BAZNAS dan Al Washliyah Sepakati Kerja Sama Pendidikan dan Kesejahteraan Guru di Pembukaan Muktamar XXIII

Jakarta, 8 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Al Jam’iyatul Washliyah menandatangani nota kesepahaman kerja sama program pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru pada malam pembukaan Muktamar XXIII Al Washliyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (07/07/2026).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama jajaran Pengurus Besar Al Washliyah, disaksikan seluruh peserta muktamar. Pada kesempatan yang sama, Sodik Mudjahid turut memberikan sambutan di hadapan sekitar seribu peserta yang hadir.

Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, pada Selasa malam pukul 20.00 WIB. Forum lima tahunan yang mengusung tema “Berkhidmat untuk Umat Menuju Indonesia Maju” ini diikuti peserta dari 38 pengurus wilayah se-Indonesia, 198 pengurus daerah, tujuh organisasi bagian, serta perwakilan luar negeri dari Malaysia, Inggris/Eropa, dan Amerika Serikat.

Dua Program Disalurkan Secara Simbolis

Rangkaian kerja sama ditandai penyerahan dua program bantuan secara simbolis di atas panggung.

Program pertama adalah Jaminan Sosial BAZNAS untuk Pekerja Rentan senilai Rp504.000.000, yang menyasar kelompok pekerja seperti guru ngaji dan marbot masjid. Program kedua adalah BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi Masjid) senilai Rp500.000.000, berupa fasilitasi permodalan usaha bagi jamaah masjid pelaku usaha mikro dan ultra mikro.

Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur bantuan, tetapi juga bagian dari gerakan membangun ekonomi Islam yang adil dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan Islam dinilai penting agar pendistribusian dana zakat semakin luas manfaatnya.

Apresiasi untuk Guru Al Washliyah

Dalam sambutan pembukaan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi peran Al Washliyah di bidang pendidikan dan dakwah yang menjangkau hingga pelosok negeri. Ia juga secara khusus menyampaikan penghargaan kepada para guru Al Washliyah yang tetap mengabdi di tengah keterbatasan kesejahteraan.

Menurut Muzani, kehadiran organisasi keagamaan seperti Al Washliyah meringankan beban negara dalam mencerdaskan anak bangsa, terutama di daerah-daerah dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih terbatas.

Konteks itulah yang membuat kerja sama BAZNAS dan Al Washliyah terasa relevan. Al Washliyah saat ini menaungi lebih dari 700 lembaga pendidikan dasar dan menengah serta sejumlah perguruan tinggi yang tersebar dari Sumatera hingga Bali. Di balik angka tersebut ada ribuan guru madrasah yang selama hampir satu abad menopang pendidikan umat.

Tindak Lanjut

Sebagai bagian dari rangkaian muktamar, Ketua BAZNAS RI dijadwalkan menyampaikan materi bertema “Optimalisasi Zakat untuk Penguatan Pendidikan dan Kesejahteraan Umat” pada hari kedua, Rabu (08/07/2026).

Hasil kerja sama ini akan ditindaklanjuti bersama Laznas Alzis Al Washliyah sebagai lembaga amil zakat nasional milik Al Washliyah, khususnya dalam penyaluran program pendidikan, beasiswa santri, dan dukungan bagi guru madrasah di berbagai daerah.

Laznas Alzis Al Washliyah menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Melalui sinergi ini, lembaga berharap manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin luas dirasakan masyarakat, khususnya para guru dan pengajar yang selama ini mengabdi tanpa banyak sorotan.

Informasi lengkap program dan cara berdonasi dapat diakses melalui laman resmi alzis.id.

Tim Media Laznas Alzis Al Washliyah

Form Donasi

Pilih nominal terbaikmu

Form Konfirmasi Donasi

Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.