
Dari Kota ke Pelosok, Qurban Desa yang Menghidupkan Asa
Gema takbir berkumandang, bersahut-sahutan dari satu masjid ke masjid lainnya. Di sudut-sudut perkotaan, aroma sate, gulai, tongseng dan rendang memenuhi udara. Momen Idul Adha adalah hari raya kebahagiaan, karena di momen ini kita berbagi daging qurban.
Namun, mari kita sejenak merenung dan menarik pandangan jauh dari hingar bingar kota. Di pelosok desa tertinggal, di seberang lautan yang harus ditempuh dengan perahu kecil, ada potret Idul Adha yang berbeda. Di sana, tidak ada tumpukan daging. Bagi sebagian saudara kita di pelosok, memakan daging qurban adalah sebuah kemewahan yang hanya bisa mereka impikan.
Fakta di lapangan mengungkapkan realitas yang menampar nurani kita. Berdasarkan pemetaan Laznas Alzis Alwashliyah pada tahun 2025, sekitar 65% distribusi qurban hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Sementara itu, 35% wilayah pelosok mengalami keterbatasan akses qurban yang sangat parah. Ironisnya, ada desa-desa terpencil di negeri ini yang warganya tidak pernah menerima dan mencicipi daging qurban selama 5 hingga 10 tahun terakhir.
Air Mata di Ujung Asa
Tahun lalu, sebuah pemandangan haru terekam dalam ingatan para relawan saat menyalurkan qurban di sebuah desa terpencil. “Ada keluarga yang baru pertama kali makan daging qurban setelah bertahun-tahun. Mereka menangis, bukan karena jumlahnya, tapi karena merasa diperhatikan,”.
Tangisan itu menjadi saksi. Bagi mereka, sekantong daging qurban yang datang dari kota bukan sekadar lauk pauk untuk hari itu. Daging itu adalah pesan cinta. Daging itu adalah bukti bahwa saudara-saudara seiman mereka di kota sana, tidak pernah melupakan mereka. Daging itu menghidupkan asa.
Menembus Batas, Mengantarkan Kebaikan Melalui Qurban Desa
Merespons ketimpangan ini, Laznas Alzis Alwashliyah sebagai lembaga zakat terpercaya meluncurkan sebuah gerakan kemanusiaan masif bertajuk “Qurban Desa, Sampai ke Ujung Asa”. Kami menyadari, mengantarkan qurban ke wilayah terisolir bukanlah tugas yang mudah. Namun, di sanalah makna pengorbanan yang sesungguhnya.
Untuk memastikan amanah qurban Anda sampai ke tangan yang tepat, lebih dari 300 relawan lapangan dan 50 mitra lokal akan dikerahkan. Mereka harus melewati tantangan alam yang ekstrem, menembus akses jalan rusak dengan 6 hingga 10 jam perjalanan darat, menaiki perahu membelah ombak, menunggangi motor trail di jalanan berlumpur, hingga berjalan kaki menyusuri lereng-lereng tanpa jaringan komunikasi.
“Kami pernah menyalurkan qurban ke desa yang harus ditempuh 2 hari perjalanan. Tapi justru di situlah qurban paling dibutuhkan,” ungkap Bang Afwan, Direktur Laznas Alzis Alwashliyah, mengenang perjuangan tim di lapangan.
Jembatan Kebaikan untuk 25.000 Jiwa
Di tahun 2026 ini, Laznas Alzis Alwashliyah memasang target besar untuk menembus lebih dari 120 titik pelosok yang tersebar di 18 provinsi, bahkan hingga ke wilayah krisis kemanusiaan seperti Palestina. Melalui target penyaluran 1.200 ekor kambing/domba dan 180 ekor sapi, program ini diestimasi akan membawa kebahagiaan bagi lebih dari 25.000 penerima manfaat.
Qurban Anda akan secara tepat sasaran menjangkau masyarakat dhuafa di pelosok (40%), para penyintas bencana (25%), santri di pesantren terpencil (20%), hingga komunitas mualaf (15%).
Bagi Anda yang berada di kota, tak perlu ada keraguan. Setiap hewan dipastikan 100% sehat dan memenuhi syariat Islam. Sebagai lembaga zakat amanah, kami juga menjamin transparansi dengan memberikan 100% laporan digital kepada pekurban, lengkap dengan dokumentasi foto, video distribusi, dan informasi penerima manfaatnya.
Mari Berqurban, Mari Mengukir Senyuman Di Desa Melalui Qurban Desa
Idul Adha ini, saatnya kita mendistribusikan kebahagiaan, ke pelosok desa.
Seperti pesan mendalam dari Bang Afwan Direktur Laznas Al-Washliyah, “Qurban terbaik bukan yang paling dekat, tetapi yang paling dirasakan manfaatnya hingga sampai ke ujung asa,”.
Mari jadikan qurban Anda tahun ini sebagai perjalanan kebaikan yang mengubah tangis kesedihan menjadi tangis keharuan. Berbagi kebaikan dan titipkan qurban Anda melalui program Qurban Desa 2026 bersama Laznas Alzis Alwashliyah.
