
Duka di Rel Bekasi Timur, Laznas Alzis Alwashliyah Sampaikan Belasungkawa Mendalam
BEKASI – Senin sore di Stasiun Bekasi Timur berubah menjadi kelabu. Benturan keras yang melibatkan satu rangkaian KRL dan Kereta Jarak Jauh pada 27 April 2026 menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Di tengah proses evakuasi yang masih berjalan, doa dan simpati terus mengalir untuk para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
Tragedi ini menjadi perhatian serius bagi banyak pihak, termasuk lembaga filantropi. Laznas Alzis Alwashliyah, melalui pilar program Sosial Kemanusiaan, menyatakan duka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa yang memakan korban jiwa dan luka-luka tersebut. Foto-foto di lokasi kejadian menunjukkan kerusakan signifikan pada bagian gerbong, menggambarkan betapa hebatnya dampak tabrakan yang terjadi di jalur sibuk tersebut.
Direktur Laznas Alzis Alwashliyah, Muhammad Affan, S.Si., menyampaikan pernyataan resminya di Jakarta. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk sejenak mengirimkan doa terbaik bagi para korban.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Stasiun Bekasi Timur. Setiap nyawa sangat berharga, dan peristiwa ini merupakan kehilangan besar bagi kita semua,” tutur Muhammad Affan saat ditemui di kantor pusat Alzis, Selasa (28/4).
Beliau juga menekankan pentingnya dukungan bagi para penyintas yang saat ini tengah menjalani perawatan medis. Bang Afwan berharap para korban luka diberikan kekuatan fisik dan mental dalam menjalani proses pemulihan. Bagi keluarga korban yang wafat, beliau mendoakan agar Allah SWT memberikan ketabahan serta kesabaran yang meluas dalam menghadapi ujian berat ini.
Sebagai lembaga amil zakat nasional yang lahir dari rahim PB Al Jam’iyatul Washliyah, Alzis senantiasa memposisikan diri untuk hadir di tengah krisis kemanusiaan. Tragedi transportasi seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas sosial dan kesiapsiagaan bantuan bagi mereka yang terdampak bencana maupun kecelakaan mendadak.
Kejadian ini diharapkan menjadi titik evaluasi menyeluruh bagi sistem keselamatan transportasi publik di Indonesia. Keselamatan penumpang harus tetap menjadi prioritas tertinggi agar duka serupa tidak kembali terulang di masa depan. Doa kolektif dari seluruh lapisan masyarakat diharapkan mampu menguatkan mereka yang sedang berjuang di ruang-ruang perawatan saat ini.





