Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana religius di tengah masyarakat Muslim semakin terasa. Pada momentum H-26 Ramadhan, LAZNAS Alzis Al-Washliyah mengajak umat Islam untuk mempersiapkan diri secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik dan kebutuhan duniawi, tetapi juga melalui penguatan spiritual. Salah satu bentuk persiapan yang dianjurkan adalah melaksanakan puasa sunnah menjelang Ramadhan sebagai latihan menuju ibadah puasa wajib.
Sebagai lembaga amil zakat, LAZNAS Alzis Al-Washliyah menekankan bahwa puasa sunnah memiliki makna yang mendalam. Puasa sunnah melatih kesabaran, keikhlasan, serta kemampuan menahan hawa nafsu, sehingga hati dan jiwa menjadi lebih siap menyambut datangnya Ramadhan dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.
Keteladanan puasa sunnah menjelang Ramadhan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA bahwa beliau memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. LAZNAS Alzis Al-Washliyah memandang teladan ini sebagai pengingat penting bagi umat Islam agar menjadikan hari-hari sebelum Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Lebih dari sekadar ibadah personal, LAZNAS Alzis Al-Washliyah menilai puasa sunnah juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Dengan merasakan lapar dan haus, seorang Muslim dilatih untuk lebih peka terhadap kondisi sesama, terutama kaum dhuafa. Kesadaran ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial, sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang terus digerakkan oleh LAZNAS Alzis Al-Washliyah.
Momentum H-26 Ramadhan ini menjadi ajakan reflektif dari LAZNAS Alzis Al-Washliyah agar umat Islam mulai menata niat dan mempersiapkan diri secara bertahap. Persiapan Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan proses menata hati, memperbanyak amalan sunnah, serta membangun kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik selama dan setelah Ramadhan.
Sebagai penutup, LAZNAS Alzis Al-Washliyah mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan waktu menjelang Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Dengan menghidupkan puasa sunnah, memperbanyak doa, serta meningkatkan kepedulian melalui zakat, infak, dan sedekah, diharapkan Ramadhan dapat dijalani sebagai bulan penuh keberkahan yang membawa perubahan positif dan berkelanjutan dalam kehidupan umat.




