[Bogor, 12 Januari 2026] — Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, KH. Dr. Masyhuril Khamis, MM, menegaskan bahwa Laznas Alzis Al Washliyah memiliki peran strategis dalam memperkuat dakwah, sosial, dan ekonomi umat. Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan pada Acara Pembukaan Internal Laznas Alzis Al Washliyah.
KH. Dr. Masyhuril Khamis, MM, menjelaskan bahwa Alzis Al Washliyah telah berjalan selama kurang lebih 3–4 tahun, dengan proses penguatan kelembagaan yang terus dilakukan. Salah satu capaian penting adalah penyeragaman nama Alzis Al Washliyah secara nasional, setelah sebelumnya terdapat perbedaan penamaan di sejumlah daerah. Selain itu, ia juga menyinggung proses dan durasi penerbitan Surat Keputusan (SK) Alzis Al Washliyah sebagai bagian dari legalitas lembaga.

Ketua Umum PB Al Washliyah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus Alzis Al Washliyah atas dedikasi yang telah diberikan. Ia berharap ke depan Alzis Al Washliyah dapat semakin dilibatkan dalam agenda dan rapat strategis organisasi, sehingga peran lembaga zakat semakin terintegrasi dengan gerak Al Washliyah secara nasional.
Dalam arahannya, KH. Dr. Masyhuril Khamis, MM, juga menyoroti konsep Halal Indonesia yang tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi mencakup berbagai sektor. Menurutnya, hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Al Washliyah untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan ekonomi umat. Ia menyebutkan bahwa target penghimpunan dana Al Washliyah mencapai Rp30 miliar per tahun, dengan fokus utama pada sektor pendidikan.

Terkait strategi pendekatan kepada masyarakat dan donatur, ia menekankan pentingnya pendekatan yang persuasif, sabar, dan penuh hikmah, yang diibaratkan seperti menangkap burung merpati. Ia meyakini bahwa Alzis Al Washliyah memiliki potensi besar dalam memperkuat peran organisasi kemasyarakatan, seraya mencontohkan pendekatan sederhana yang berujung pada sedekah besar, seperti bantuan 70 unit kasur untuk masyarakat.
KH. Dr. Masyhuril Khamis, MM, juga menyinggung tantangan kepemimpinan serta arah kebijakan nasional, di mana pemerintah ke depan mendorong penguatan koperasi. Dalam konteks ini, Alzis Al Washliyah dinilai sebagai salah satu solusi penting dalam penguatan ekonomi umat.

Selain itu, perhatian terhadap anak yatim dan para dai menjadi penekanan utama. Menurutnya, anak yatim dan dai terlatih merupakan aset perjuangan umat yang harus terus dibina. Pada sektor pembangunan, Al Washliyah telah melaksanakan pembangunan lima masjid, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan solusi penyediaan air bersih melalui penampungan air dari gunung dan distribusi menggunakan toren.
Menutup arahannya, Ketua Umum PB Al Washliyah berharap Alzis Al Washliyah ke depan dapat semakin memperkuat program dai, pemberdayaan masyarakat pedesaan, layanan bagi anak yatim, serta peningkatan kesejahteraan guru-guru Al Washliyah, guna memperkuat peran Al Washliyah dalam membangun umat dan bangsa.




