Kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk sejak awal pekan akibat terjadinya pemadaman komunikasi total. Gangguan pada jaringan telepon dan internet membuat warga sipil terputus dari dunia luar. Situasi ini menghambat proses evakuasi korban sekaligus memperlambat distribusi bantuan internasional yang sangat dibutuhkan.
Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pemadaman komunikasi tersebut terjadi karena rusaknya infrastruktur telekomunikasi di Gaza City akibat serangan darat. Akibatnya, warga tidak dapat berhubungan dengan keluarga maupun memperoleh informasi terkait jalur evakuasi. Lembaga kemanusiaan pun mengalami kesulitan dalam memantau kondisi di lapangan, sehingga ribuan orang terjebak tanpa bantuan segera.
Tidak hanya komunikasi, berbagai infrastruktur vital di Gaza mengalami kerusakan parah. Rumah sakit, sekolah, hingga fasilitas air bersih tidak lagi berfungsi dengan baik. Banyak jalan utama yang hancur karena bombardir, sehingga distribusi bantuan semakin terhambat. Hal ini memperburuk penderitaan masyarakat yang kini sepenuhnya bergantung pada bantuan darurat lembaga internasional.
Sementara itu, fasilitas kesehatan di Gaza berada di titik kritis. Kapasitas rumah sakit yang terbatas membuat banyak pasien terpaksa dirawat di lantai. Persediaan obat dan peralatan medis pun semakin menipis. Para tenaga medis harus bekerja tanpa henti, bahkan dalam kondisi tertentu terpaksa menentukan pasien mana yang lebih dahulu mendapat perawatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak adanya akses kemanusiaan segera guna mencegah bertambahnya jumlah korban jiwa.
Di sisi lain, krisis pangan juga semakin mengkhawatirkan. Ribuan keluarga hanya dapat makan sekali dalam sehari, sebagian bahkan bertahan hidup dengan roti kering dan air seadanya. Blokade bantuan memperlambat distribusi makanan, sementara harga bahan pokok melonjak tajam. Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan lebih dari separuh penduduk Gaza kini menghadapi ancaman kelaparan ekstrem.
Situasi di Gaza menunjukkan bahwa krisis kemanusiaan telah mencapai titik paling genting, ditandai dengan terputusnya komunikasi, hancurnya infrastruktur, krisis kesehatan, serta kelangkaan pangan. Menanggapi hal tersebut, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Alzis Al Washliyah mengajak masyarakat Indonesia untuk turut meringankan penderitaan warga Gaza. Melalui donasi yang disalurkan, setiap kontribusi akan menjadi bukti nyata solidaritas kemanusiaan sekaligus wujud kepedulian umat Islam terhadap saudara seiman di Palestina.
#PrayForGaza #SolidaritasUntukPalestina #GazaUnderAttack #DonasiKemanusiaan #ZakatInfakSedekah #LAZAlzisAlWashliyah #PeduliPalestina




