
Laznas Alzis Hadiri Rapat Pimpinan LAZNAS Bersama Kementerian Agama Bahas Penguatan Kolaborasi dan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional
Jakarta — Direktur Laznas Alzis Al Washliyah, Muhammad Affan, menghadiri Rapat Pimpinan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) bersama Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia yang diselenggarakan pada Kamis (21/5/2026) di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Pertemuan yang berlangsung pukul 09.30–12.00 WIB tersebut menjadi forum strategis antara Kementerian Agama dan para pimpinan LAZNAS dalam membahas arah kebijakan, penguatan tata kelola, serta program-program kolaboratif untuk meningkatkan dampak zakat, infak, dan sedekah bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Dalam forum tersebut, Kementerian Agama menegaskan pentingnya sinergi antara regulator dan lembaga pengelola zakat untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan umat.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah penguatan regulasi dan kepatuhan lembaga zakat melalui implementasi audit keuangan dan audit syariah yang terintegrasi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana zakat nasional.
Selain aspek tata kelola, rapat juga membahas berbagai program strategis yang akan menjadi fokus kolaborasi Kementerian Agama bersama LAZNAS, di antaranya percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), optimalisasi peran Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat berbasis data mustahik, hingga perluasan akses pendidikan melalui program beasiswa zakat yang berkelanjutan.
Direktur Laznas Alzis Al Washliyah, Muhammad Affan, menyambut baik berbagai inisiatif yang disampaikan dalam rapat tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan LAZNAS menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana zakat untuk pembangunan sosial masyarakat.
“Laznas Alzis mendukung penuh upaya Kementerian Agama dalam memperkuat tata kelola zakat nasional, meningkatkan akuntabilitas lembaga, serta memperluas program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi yang baik akan membuat zakat semakin berperan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pembangunan umat,” ujar Muhammad Affan.
Rapat juga membahas sejumlah program prioritas nasional, antara lain pemberdayaan ekonomi berbasis KUA di 234 titik percontohan, program beasiswa zakat bagi 300 mahasiswa hingga lulus sarjana, pengiriman 1.000 dai ke berbagai wilayah strategis, penyediaan mushaf Al-Qur’an bahasa isyarat untuk penyandang tunarungu, serta penguatan fungsi sosial dan pemberdayaan masjid di tengah masyarakat.
Selain itu, Indonesia juga didorong untuk semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri halal dunia melalui berbagai program pengembangan ekosistem halal yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga zakat.
Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, Kementerian Agama bersama para LAZNAS akan membentuk tim penyusun petunjuk teknis (juknis) untuk masing-masing program kolaborasi, menyusun kalender pelaksanaan program nasional seperti Lebaran Yatim dan Difabel pada bulan Muharram, serta melakukan koordinasi dan monitoring berkala guna memastikan efektivitas pelaksanaan program dan pencapaian target yang telah ditetapkan.
Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, Laznas Alzis Al Washliyah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda penguatan tata kelola zakat nasional serta menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.
Tim Media Laznas Alzis Al Washliyah
