
Laznas Alzis Sambut Pengurus Baru BAZNAS 2026–2031, Dorong Sinergi Perkuat Pengelolaan Zakat Nasional
Jakarta – Laznas Alzis menyambut baik penyerahan Surat Keputusan (SK) Presiden kepada jajaran pengurus baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) periode 2026–2031. Penyerahan SK tersebut dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Direktur Laznas Alzis, Muhammad Affan, S.Si, ditemui di kantornya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru saja menerima amanah untuk memimpin lembaga pengelola zakat tingkat nasional tersebut selama lima tahun ke depan.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus baru BAZNAS periode 2026–2031. Ini merupakan amanah besar untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional agar semakin profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.
Menurutnya, kepemimpinan baru BAZNAS diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat nasional sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyampaikan harapan agar penghimpunan zakat nasional dapat meningkat hingga tiga kali lipat dari capaian saat ini yang berada di kisaran Rp 41 triliun. Target tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem zakat di Indonesia.
Menanggapi hal itu, Direktur Laznas Alzis menilai bahwa target peningkatan penghimpunan zakat sangat mungkin dicapai jika didukung dengan strategi yang tepat serta kolaborasi yang kuat antara berbagai lembaga zakat.
“Harapan Menteri Agama agar penghimpunan zakat meningkat hingga tiga kali lipat adalah target yang sangat baik. Hal ini bisa dicapai melalui penguatan literasi zakat di masyarakat, digitalisasi sistem penghimpunan, serta kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS, lembaga amil zakat, dunia usaha, dan masyarakat,” jelas pria dengan 4 orang anak ini.
Ia menambahkan bahwa potensi zakat di Indonesia sebenarnya sangat besar, namun masih perlu terus dioptimalkan melalui edukasi publik, inovasi layanan zakat, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat resmi.
Lebih lanjut, Laznas Alzis menilai bahwa sinergi antar lembaga zakat merupakan kunci penting dalam membangun ekosistem zakat nasional yang kuat dan berkelanjutan. Kerja sama antara BAZNAS dan lembaga amil zakat di berbagai daerah dinilai dapat memperluas jangkauan penghimpunan sekaligus memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat.
“Ekosistem zakat nasional tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara BAZNAS dan lembaga amil zakat seperti Laznas Alzis sangat penting untuk memperluas jangkauan penghimpunan serta meningkatkan kualitas program pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap pria yang biasa disapa Bang Afwan ini.
Selain sebagai instrumen ibadah, zakat juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Apabila dikelola secara optimal dan profesional, zakat dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi kesenjangan sosial dan kemiskinan.
Direktur Laznas Alzis menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang efektif dapat berkontribusi besar dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil dan menengah.
“Zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Jika dikelola secara optimal, zakat dapat menjadi kekuatan sosial untuk mengurangi kemiskinan dan membantu mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil dan menengah,” kata pria yang Hobby Travelling sambil berbagi kebaikan ini.
Di akhir pernyataannya, Laznas Alzis juga mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah dan akuntabel. Dengan kepercayaan serta partisipasi masyarakat, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan umat,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru di Badan Amil Zakat Nasional, diharapkan pengelolaan zakat nasional ke depan semakin berkembang, profesional, serta mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Laporan : Tim Media Laznas Alzis Al Washliyah
