Memahami Niat Qurban dan Cara Melafalkannya Sesuai Sunnah Rasulullah

Memahami niat bukan sekadar menghafal kalimat bahasa Arab. Ia adalah kesadaran penuh bahwa hewan yang kita persembahkan adalah bentuk ketaatan yang tulus, sebagaimana Nabi Ibrahim as. menunaikan perintah-Nya.

Letak Niat dalam Timbangan Fiqih

Para ulama bersepakat bahwa tempat niat adalah di dalam hati. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menegaskan bahwa niat qurban wajib dilakukan pada saat penyembelihan berlangsung atau saat menentukan hewan tersebut sebagai hewan qurban.

Secara hukum, niat di dalam hati sudah dianggap cukup untuk mengabsahkan ibadah. Namun, dalam mazhab Syafi’i, melafalkan niat dengan lisan (talaffuz) hukumnya adalah sunnah. Tujuannya sangat mulia: agar lisan dapat membantu hati untuk lebih fokus dan mantap saat ibadah tersebut ditunaikan.

Tata Cara Melafalkan Niat

Rasulullah saw. memberikan teladan yang indah saat hendak menyembelih hewan qurbannya. Beliau tidak hanya menyembelih, tetapi juga melangitkan doa untuk pequrban.

Jika Anda menyembelih sendiri atau hadir saat penyembelihan, mulailah dengan membaca Bismillahi Allahu Akbar. Setelah itu, Anda dapat menyambungnya dengan doa yang diajarkan Nabi:

“Allahumma hadza minka wa ilaika, fataqabbal minni”
(Ya Allah, kurban ini adalah nikmat dari-Mu dan dipersembahkan untuk-Mu, maka terimalah dariku).

Jika Anda berkurban atas nama orang lain atau melalui perwakilan di lembaga, pelafalannya sedikit berubah menjadi “fataqabbal min [sebutkan nama pekurban]”. Kalimat sederhana ini adalah pernyataan resmi di hadapan Allah bahwa setiap tetes darah yang mengalir adalah saksi bagi nama-nama yang disebutkan.

Di Laznas Alzis Alwashliyah, kami memahami bahwa tidak semua mudhohi bisa hadir langsung di lokasi penyembelihan, terutama bagi mereka yang mengirimkan qurbannya ke pelosok desa. Di sinilah pentingnya akad wakalah atau perwakilan.

Saat Anda menyerahkan dana qurban, secara otomatis Anda telah berniat untuk berqurban. Petugas kami di lapangan akan bertindak sebagai wakil Anda. Mereka akan menyebutkan nama Anda saat penyembelihan dilakukan, memastikan bahwa niat yang Anda tanam di kota sampai keberkahannya hingga ke pelosok negeri.

Ibadah ini adalah tentang menghadapkan wajah dan hati sepenuhnya kepada Allah. Jangan biarkan niat yang suci tercampur dengan keinginan untuk dipuji atau sekadar menggugurkan kewajiban sosial. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, bukan daging atau darah hewan itu yang sampai kepada-Nya, melainkan ketakwaan dari hati Anda.

Mari kita mantapkan niat sejak hari ini. Pastikan setiap rupiah yang Anda sisihkan untuk qurban diiringi dengan doa agar Allah menerima pengabdian kecil kita ini sebagai wasilah untuk meraih ridha-Nya yang besar.

Daftar Pustaka:

  1. An-Nawawi, Abu Zakaria Muhyiddin. Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab. Jilid 8.

  2. Asy-Syafi’i, Muhammad bin Idris. Al-Umm. Jilid 2.

  3. Muslim bin al-Hajjaj. Shahih Muslim. Kitab al-Adhahi.

Form Donasi

Pilih nominal terbaikmu

Form Konfirmasi Donasi

Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.