Di tengah keterbatasan sosial ekonomi dan kondisi geografis yang menantang, semangat menjaga pendidikan dan nilai-nilai keislaman terus tumbuh di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Bagi masyarakat setempat, pendidikan bukan sekadar aktivitas belajar, tetapi juga menjadi harapan besar bagi masa depan generasi muda Muslim di wilayah tersebut.
Sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan, tiga lembaga hadir dan berperan penting dalam pembinaan anak-anak dan remaja, yaitu RA Hubbulwathon Kolijahi di Desa Ombay, TPQ Jabal Malik di Desa Bampalola, dan TPQ Jihadul di Desa Nota. Ketiganya menjadi ruang belajar utama bagi anak-anak untuk mengenal pendidikan dasar dan nilai-nilai keislaman, meski dijalankan dengan sarana yang sangat terbatas.

RA Hubbulwathon Kolijahi berdiri sejak tahun 2021 atas inisiatif masyarakat setempat yang ingin memberikan pendidikan anak usia dini secara gratis. Sekolah ini dibangun secara swadaya dengan fasilitas sederhana, sehingga kegiatan belajar kerap terganggu saat hujan turun. Meski demikian, semangat belajar anak-anak dan dukungan orang tua tetap tinggi, mencerminkan kuatnya harapan terhadap pendidikan sejak usia dini.

Sementara itu, TPQ Jabal Malik yang berdiri sejak tahun 2013 menjadi wadah penting pembinaan Al-Qur’an bagi anak-anak Desa Bampalola. TPQ ini dikelola oleh para ustaz yang mengabdikan diri secara ikhlas. Keterbatasan ruang belajar, kekurangan Al-Qur’an, serta minimnya alat tulis masih menjadi tantangan, namun kegiatan mengaji tetap berjalan rutin berkat dedikasi para pengajar dan dukungan masyarakat.

TPQ Jihadul yang telah berdiri sejak tahun 1993 memiliki peran strategis sebagai satu-satunya pusat pendidikan Islam bagi anak-anak Muslim di wilayah minoritas. Tanpa gedung permanen, proses belajar sering dilakukan di rumah warga atau ruang terbuka dengan fasilitas seadanya. Meski berada dalam kondisi yang jauh dari ideal, semangat para santri untuk mempelajari Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam tetap terjaga.
Melalui berbagai keterbatasan yang ada, ketiga lembaga pendidikan ini terus bertahan berkat gotong royong masyarakat dan ketulusan para pendidik. Melihat kondisi tersebut, ALZIS Al Washliyah berharap dapat turut menjaga dan menguatkan asa pendidikan di pelosok Alor. Melalui dukungan dan kepedulian para dermawan, diharapkan sarana pendidikan yang lebih layak dapat dihadirkan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman, optimal, dan berkelanjutan. Dengan pendidikan yang lebih baik, mimpi anak-anak di pelosok Alor untuk meraih masa depan yang cerah diharapkan dapat terus terjaga.




