Momentum Hari Zakat Nasional 2026, Laznas Alzis: Zakat Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Solusi Bangsa

Jakarta, – “Zakat bukan sekadar ibadah, tetapi kekuatan besar untuk mengubah nasib umat.” Pernyataan ini ditegaskan Direktur Laznas Alzis, Muhammad Affan, S.Si, dalam momentum Hari Zakat Nasional 2026 yang kembali mengingatkan pentingnya peran zakat dalam membangun keadilan sosial.

Menurut Muhammad Affan, S.Si, Hari Zakat Nasional bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum strategis untuk menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat.

“Hari Zakat Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun kesejahteraan umat,” ujarnya.

Data resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar. Dalam berbagai kajian nasional, potensi zakat diperkirakan mencapai sekitar Rp327 triliun per tahun, namun realisasi penghimpunannya masih berada di kisaran Rp30–40 triliun.

Bahkan, pada tahun 2025, BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat nasional mencapai Rp50 triliun, sementara pada semester I 2025 realisasinya telah mencapai sekitar Rp26,99 triliun.

Tak hanya itu, zakat juga terbukti memberikan dampak nyata. Sepanjang tahun 2025, pengelolaan zakat secara nasional tercatat mampu membantu mengentaskan lebih dari 302 ribu jiwa dari kemiskinan, termasuk lebih dari 113 ribu jiwa dari kategori miskin ekstrem.

Melihat besarnya potensi dan dampak tersebut, Muhammad Affan, S.Si menegaskan bahwa zakat harus diposisikan sebagai solusi nyata dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat zakat sebagai solusi, bukan hanya rutinitas. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan memiliki potensi besar untuk mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih mandiri dan bermartabat,” tambahnya.

Dalam rangka Hari Zakat Nasional 2026, Laznas Alzis menghadirkan berbagai program unggulan yang berfokus pada dampak jangka panjang. Di antaranya adalah pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM, program pendidikan, serta bantuan bagi masyarakat prasejahtera.

Program-program tersebut dirancang agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

“Zakat terbukti mampu menjadi instrumen pengentasan kemiskinan jika dikelola dengan baik. Bahkan, kami melihat banyak mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki. Ini adalah siklus kebaikan yang harus terus diperkuat,” jelasnya.

Selain program, aspek transparansi juga menjadi perhatian utama. Laznas Alzis terus memperkuat sistem pengelolaan yang akuntabel guna menjaga kepercayaan publik.

“Kami memastikan seluruh proses, mulai dari penghimpunan hingga penyaluran, dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara syariah maupun laporan publik,” tegas Muhammad Affan, S.Si.

Di era digital, Laznas Alzis juga аkan mengembangkan berbagai platform untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat. Edukasi melalui media sosial menjadi bagian penting dalam meningkatkan literasi zakat, khususnya bagi generasi muda.

“Pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis agar zakat semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya.

Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat, baik dengan pemerintah, perusahaan, maupun komunitas. Sinergi ini diyakini mampu memperluas dampak zakat secara nasional.

“Kolaborasi adalah kunci agar zakat bisa memberikan dampak yang lebih luas dan terintegrasi dalam pembangunan sosial,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Muhammad Affan, S.Si menyampaikan optimisme terhadap masa depan zakat di Indonesia.

“Zakat adalah kekuatan—ia membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan mengangkat martabat sesama,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Zakat Nasional 2026, Laznas Alzis mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menunda dalam menunaikan zakat. Sebab, di setiap harta yang dimiliki, terdapat hak orang lain yang dapat menjadi jalan keberkahan bagi kehidupan bersama.

Form Donasi

Pilih nominal terbaikmu

Form Konfirmasi Donasi

Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.