Muktamar XXIII Al Washliyah Resmi Dibuka di Asrama Haji Pondok Gede
Jakarta, 7 Juli 2026 – Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah resmi dibuka pada Selasa malam (07/07/2026) pukul 20.00 WIB di Aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Pembukaan permusyawaratan tertinggi organisasi yang digelar lima tahun sekali ini dihadiri seluruh peserta muktamar dari 38 pengurus wilayah se-Indonesia serta perwakilan luar negeri.
Muktamar XXIII mengusung tema “Berkhidmat untuk Umat Menuju Indonesia Maju” dan akan berlangsung selama tiga hari, 7 hingga 9 Juli 2026. Agenda utama forum ini adalah penentuan struktur kepengurusan Al Washliyah untuk periode mendatang, termasuk pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar, di samping pembahasan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta perumusan program kerja organisasi.
Sekitar seribu peserta memadati Asrama Haji Pondok Gede sejak Selasa siang. Mereka datang dari seluruh provinsi di Indonesia dengan berbagai moda transportasi kapal laut, bus, hingga pesawat serta dari sejumlah perwakilan luar negeri, di antaranya Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat. Peserta yang berhalangan hadir difasilitasi mengikuti persidangan secara hibrida.
Suasana malam pembukaan berlangsung meriah. Penampilan Orkes Gambus Noor El Sabah dari Malaysia turut menghibur para peserta, disusul pertunjukan seni dari sejumlah pengurus wilayah. Pada waktu dan tempat yang sama, Pimpinan Pusat Muslimat Al Washliyah juga menggelar muktamarnya sendiri.
Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH, MM, menyampaikan bahwa muktamar kali ini memiliki arti penting bagi arah organisasi ke depan, terlebih Al Washliyah tengah menyongsong usia satu abad pada 2030.
Salah satu fokus pembahasan muktamar adalah penguatan ekonomi umat. Menurut Masyhuril, kondisi ekonomi umat yang lemah dikhawatirkan dapat menggoyahkan akidah, sehingga gerakan penguatan ekonomi perlu dirumuskan secara konkret dalam forum ini termasuk mendorong para dai di pedesaan menjadi pelaku ekonomi di lapangan.
Selama tiga hari ke depan, rangkaian muktamar juga diisi pemaparan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara. Di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan materi penguatan pendidikan karakter, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah KH. Mochamad Irfan Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang membahas legalitas aset umat, serta Ketua BAZNAS RI mengenai optimalisasi zakat untuk pendidikan dan kesejahteraan umat.
Ketua Panitia Nasional Muktamar XXIII, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menyatakan panitia berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh rangkaian persidangan berjalan lancar dan menjadi momentum mempererat ukhuwah keluarga besar Al Washliyah.
Al Jam’iyatul Washliyah berdiri di Medan pada 30 November 1930. Organisasi ini kini memiliki kepengurusan di 38 provinsi dan 254 kabupaten/kota, menaungi tujuh organisasi bagian, lebih dari 700 lembaga pendidikan dasar dan menengah, sejumlah perguruan tinggi, serta lembaga amil zakat nasional Laznas Alzis Al Washliyah.
Hasil-hasil Muktamar XXIII, termasuk susunan kepengurusan baru, akan diumumkan pada penutupan muktamar.
Tim Media Laznas Alzis Al Washliyah
