
Panduan Lengkap Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban Sesuai Syariat
Menyembelih dengan cara yang benar adalah wujud ihsan. Berikut adalah panduan langkah demi langkah agar ibadah qurban Anda berjalan sesuai tuntunan syariat.
Memastikan Ketajaman Pisau
Segalanya dimulai dari kesiapan alat. Islam sangat melarang penggunaan pisau yang tumpul karena akan menyiksa hewan. Pastikan pisau yang digunakan sangat tajam agar proses pemutusan saluran napas dan makanan berlangsung secepat mungkin. Mengasah pisau di depan hewan yang akan disembelih juga merupakan hal yang sangat tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan stres pada hewan tersebut.
Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat
Rebahkan hewan secara perlahan di atas lambung kirinya. Posisi ini memudahkan penyembelih yang biasanya menggunakan tangan kanan. Pastikan kepala hewan menghadap ke arah kiblat. Dalam banyak riwayat, para sahabat Rasulullah SAW selalu memastikan hewan qurban menghadap kiblat sebagai bentuk pengagungan terhadap simbol-simbol Allah.
Memutus Tiga Saluran Utama
Inilah inti dari proses penyembelihan. Secara syar’i, penyembelih harus memastikan tiga saluran pada leher hewan terputus dengan sempurna. Pertama adalah hulqum atau saluran pernapasan. Kedua adalah mari’ atau saluran makanan. Ketiga adalah dua urat leher yang berada di kanan dan kiri leher, yang dikenal sebagai wadajain.
Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm menjelaskan bahwa jika saluran napas dan saluran makanan telah terputus, maka penyembelihan tersebut sudah dianggap sah. Namun, memutus dua urat nadi di samping leher akan membuat darah keluar lebih cepat dan sempurna, sehingga hewan lebih cepat mati tanpa tersiksa.
Membaca Basmalah dan Takbir
Ucapkanlah “Bismillahi Wallahu Akbar” saat tangan mulai mengayunkan pisau. Menyebut nama Allah adalah syarat mutlak yang membedakan daging qurban dengan daging biasa. Niatkan penyembelihan ini hanya untuk mencari rida-Nya, bukan untuk pamer atau sekadar tradisi tahunan.
Menunggu Hingga Hewan Benar-Benar Mati
Jangan terburu-buru melakukan proses selanjutnya. Sering kali panitia qurban tidak sabar dan langsung menguliti atau memotong kaki hewan yang masih menunjukkan gerakan saraf. Syariat melarang hal ini. Pastikan hewan sudah benar-benar kehilangan nyawanya sebelum proses pengulitan dimulai. Hal ini bertujuan agar darah keluar maksimal dan hewan tidak merasakan sakit tambahan di luar proses penyembelihan.
Di Laznas Alzis Alwashliyah, setiap petugas jagal dan amil di lapangan telah dibekali dengan pemahaman fiqih yang mendalam. Kami memahami bahwa setiap helai bulu hewan qurban Anda membawa pahala, maka cara kami memperlakukannya pun harus dengan penuh hormat dan sesuai syariat.
Melalui program Qurban Desa kami memastikan tata cara penyembelihan di pelosok negeri dijalankan dengan standar syar’i yang ketat. Mari titipkan amanah qurban Anda kepada lembaga yang bukan hanya paham teknis, tapi juga menjaga kesucian ibadah Anda.





