
POROZ Perkuat Kolaborasi Zakat dan Luncurkan Qurban Digital, Direktur Laznas Alzis Dorong Sinergi Nasional
Jakarta, Alzis — Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) yang terdiri dari 13 organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar Halal Bihalal di Gedung PBNU, Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi dalam pengelolaan zakat sekaligus peluncuran program qurban digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Laznas Alzis Al Washliyah, Muhammad Affan, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sinergi antar lembaga zakat nasional. Kehadiran beliau menegaskan komitmen Laznas Alzis untuk terus berkolaborasi dalam menghadirkan program-program kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketua Umum POROZ, Moch. Bukhori Muslim, menjelaskan bahwa Halal Bihalal ini dirangkaikan dengan launching Program Qurban Bersama yang melibatkan 13 ormas anggota POROZ. Ia menegaskan pentingnya momentum ini dalam mempererat silaturahmi, sejalan dengan tagline POROZ, yaitu “Bersatu dalam Zakat.”
“Acara hari ini Halal Bihalal sekaligus launching. Kenapa Halal Bihalal? Karena Lembaga Amil Zakat harus mempererat silaturahmi, sehingga kita punya tagline bersatu dalam zakat,” ujarnya.
Menurutnya, setelah fokus pada pengelolaan zakat, POROZ kini memasuki momentum besar, yaitu qurban. Ajang ini dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun kolaborasi dalam menggalang dana qurban yang memiliki potensi sangat besar.
“Hari ini teman-teman Lembaga Amil Zakat berkolaborasi, bersatu, dan berdiskusi bagaimana menggalang dana qurban bersama-sama tanpa ada gesekan di mana pun,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa POROZ tengah mengembangkan qurban digital melalui kolaborasi dengan Shopee, guna menjangkau generasi muda yang terbiasa bertransaksi secara online.
“Yang digital itu bukan sapinya, tapi proses pembeliannya. Hari ini hadir juga Shopee untuk berkolaborasi agar mampu menggaet Gen Z yang kini terbiasa berqurban lewat transfer,” jelasnya.
Direktur Laznas Alzis Al Washliyah, Muhammad Affan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi zakat dan qurban di Indonesia.
“Momentum Halal Bihalal ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi titik penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga zakat. Kami di Laznas Alzis Al Washliyah siap berkolaborasi aktif, khususnya dalam pengembangan program qurban digital agar semakin mudah diakses masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan digital harus diimbangi dengan penguatan kepercayaan publik melalui transparansi dan pelaporan yang akuntabel.
“Digitalisasi adalah keniscayaan, namun yang paling utama adalah menjaga amanah. Ketika kepercayaan publik terjaga, maka potensi zakat dan qurban akan tumbuh jauh lebih besar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa ke depan pengelolaan zakat akan berfokus pada digitalisasi. Ia menegaskan rencana pembangunan sistem terpadu yang menghubungkan BAZNAS pusat hingga tingkat desa, guna memperkuat sistem kerja lembaga secara menyeluruh dan transparan.
“Kita akan membangun sistem terpadu dari BAZNAS pusat hingga BAZNAS desa,” tegasnya.
Ia menambahkan, lembaga zakat modern harus memenuhi empat syarat utama, yaitu dikenal masyarakat (top of mind), dipercaya karena amanah dan transparan, mudah dijangkau melalui digitalisasi, serta dibanggakan sebagai identitas sosial yang menumbuhkan rasa kepemilikan publik.
“Lembaga zakat harus dikenal, dipercaya, mudah diakses secara digital, dan dibanggakan sebagai identitas sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ke depan zakat diharapkan dapat masuk dalam sistem resmi negara, sehingga menjadi bagian dari kebijakan nasional.
“Kalau haji ditangani oleh lembaga pemerintah, maka zakat ke depan juga akan ditangani secara lebih terintegrasi oleh negara,” pungkasnya.
Sumber : NU Online, dengan editan oleh tim media Laznas Alzis Alwashliyah





