Qurban Desa Alzis: Hadir untuk Penyintas, Dhuafa, dan Pelosok Negeri

Ibadah qurban sejatinya membawa kebahagiaan bagi seluruh umat Islam, merata di kota maupun desa. Namun, realitas di lapangan masih menunjukkan adanya ketimpangan yang signifikan. Berdasarkan data internal lembaga Alzis Al-Ashliyah pada tahun 2025, sekitar 65% distribusi hewan qurban hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara 35% wilayah pelosok mengalami keterbatasan akses yang parah. Bahkan, masih banyak desa yang warganya tidak pernah mencicipi daging qurban selama 5 hingga 10 tahun terakhir.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Laznas Alzis Alwashliyah meluncurkan program “Qurban Desa, Sampai ke Ujung Asa” pada Idul Adha 1447 H. Program ini adalah sebuah inisiatif pemerataan sosial berbasis keadilan yang dirancang terencana, terukur, dan tepat sasaran.

Siapa Saja Penerima Manfaat Qurban Desa 2026?

Tahun ini, Laznas Alzis menargetkan pendistribusian 1.200 ekor kambing/domba dan 180 ekor sapi untuk menjangkau lebih dari 25.000 jiwa. Agar ketepatan sasaran terjamin, program qurban desa ini secara spesifik membagi penerima manfaat ke dalam empat segmen prioritas utama, yaitu:

  1. Masyarakat Dhuafa Pelosok (40%) Segmen terbesar ini menyasar  fakir miskin yang bermukim di desa-desa tertinggal dan terisolir. Fokus utamanya adalah keluarga prasejahtera yang secara ekonomi kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, sehingga distribusi daging qurban ini sekaligus menjadi wujud nyata sedekah untuk dhuafa.
  2. Penyintas Bencana Alam (25%)
    Mereka yang kehilangan harta benda dan tempat tinggal akibat bencana alam menjadi prioritas kedua. Di tengah masa pemulihan, kehadiran qurban memberikan dukungan moral dan gizi agar para penyintas bisa kembali bangkit.
  3. Santri dan Pesantren Terpencil (20%) Banyak pondok pesantren di pelosok negeri yang mendidik anak-anak dengan fasilitas seadanya. Penyaluran qurban ke segmen ini menjadi bentuk berbagi kebaikan untuk mendukung ketahanan pangan para penuntut ilmu agama.
  4. Komunitas Mualaf (15%)
    Segmen ini difokuskan pada saudara-saudara kita yang baru memeluk agama Islam di daerah pedalaman. Kehadiran daging qurban memperkuat ukhuwah dan memperlihatkan indahnya solidaritas serta pemberdayaan ekonomi umat dalam Islam.

Menjangkau Hingga 120+ Titik Pelosok Negeri

Untuk memastikan hewan qurban benar-benar sampai kepada keempat segmen di atas, lembaga Alzis Al-Washliyah menggerakkan kekuatan 300+ relawan lapangan dan 50+ mitra lokal. Ekspansi distribusi pada 2026 mencakup 120+ titik yang membentang di 18 provinsi di Indonesia, serta menjangkau wilayah krisis global seperti Palestina.

Perjalanan mengantarkan kebaikan ini tidaklah mudah. Tim relawan kerap harus menembus jalan rusak berlumpur hingga 6–10 jam, menaiki perahu, atau berjalan kaki menyusuri wilayah tanpa jaringan komunikasi. “Kami pernah menyalurkan qurban ke desa yang harus ditempuh 2 hari perjalanan. Tapi justru di situlah qurban paling dibutuhkan,” ungkap Direktur Alzis, Bang Afwan.

Kepatuhan Syariat dan Transparansi Laporan 100%

Bagi Anda yang menitipkan qurban melalui lembaga zakat amanah ini, kualitas dan akuntabilitas menjadi jaminan utama. Seluruh hewan qurban dipastikan 100% sehat, disembelih oleh ahlinya sesuai syariat, dan didistribusikan maksimal pada H+3 Idul Adha.

Dalam rangka menjaga transparansi pengelolaan zakat dan qurban, 100% pekurban akan menerima laporan digital yang memuat dokumentasi foto, video distribusi, informasi titik lokasi, hingga profil segmentasi penerima manfaatnya.

Idul Adha tahun ini, mari kita ubah cara kita berqurban.

“Qurban terbaik bukan yang paling dekat, tetapi yang paling dirasakan manfaatnya—hingga sampai ke ujung asa,” pesan Bang Afwan.

Daftarkan diri Anda dalam program Qurban Desa 2026, dan saksikan bagaimana qurban Anda menghadirkan asa bagi ribuan penyintas, dhuafa, santri, dan mualaf di ujung negeri.

Form Donasi

Pilih nominal terbaikmu

Form Konfirmasi Donasi

Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.