Satu Kambing, Satu Senyum: Kisah Idul Adha yang Berbeda di Ujung Desa

Rasulullah Saw pernah menyembelih dua ekor domba setiap Idul Adha. Satu atas nama beliau dan keluarganya. Satu lagi atas nama umatnya yang tidak mampu berqurban.

Beliau melakukan ini, karena beliau tahu ada orang-orang yang sangat ingin berqurban tapi tidak punya jalan untuk melakukannya. Maka beliau yang menanggungnya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah. Dan selama empat belas abad, ini terus relevan, karena ternyata jumlah orang yang ingin berqurban tapi tidak mampu terus ada hingga sekarang.

Mereka ada. Jutaan dari mereka. Dan sebagian besar tinggal jauh dari kota, di desa-desa yang bahkan tidak masuk dalam rute distribusi daging qurban manapun.

Idul Adha Tanpa Daging Qurban

Ada ribuan desa di Indonesia merayakan hari raya terbesar dalam kalender Islam ini tanpa seekor hewan pun yang disembelih di kampung mereka. Penyebabnya karena ketidakmampuan mereka, harga seekor kambing setara dengan dua hingga tiga bulan penghasilan seorang petani. 

Sementara itu di kota, panitia qurban kewalahan mengurus surplus daging yang tidak habis dibagikan. Ketimpangan ini terjadi setiap tahun, berulang, dan sebagian besar dari kita tidak melihatnya karena kita tidak tinggal di sana.

Program Qurban Kambing Pelosok Laznas Alzis Alwashliyah hadir untuk menjawab ketimpangan yang nyata ini secara langsung.

Satu ekor kambing atau domba qurban Anda disembelih secara syar’i dan didistribusikan langsung ke desa-desa terpencil yang selama ini luput dari jangkauan distribusi qurban konvensional. Penerimanya adalah keluarga dhuafa, penyintas bencana, dan santri-santri di pesantren terpencil yang sudah bertahun-tahun merindukan daging di Hari Raya.

Dari sisi syariat, tidak ada yang berubah. Niat qurban tetap atas nama Anda. Hewan disembelih sesuai ketentuan syar’i pada hari-hari tasyrik oleh tim yang terlatih dan berpengalaman. Anda mendapatkan laporan dokumentasi lengkap sebagai bukti yang amanah dan terverifikasi.

Yang berbeda hanyalah di mana daging itu akhirnya tiba. Ia membuat masyarakat dhuafa desa tersenyum bahagia.

Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm menegaskan bahwa mendistribusikan daging qurban kepada fakir miskin yang jauh sekalipun adalah sah dan memiliki keutamaan tersendiri, karena kebutuhan mereka lebih besar. Prinsip inilah yang menjadi landasan program ini, sempurna secara syar’i, sekaligus menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Kami akan sampaikan amanah Anda Untuk Mereka

Laznas Alzis Alwashliyah didirikan pada 2015 di bawah naungan PB Al Jam’iyatul Washliyah dan resmi menyandang status LAZNAS sejak Oktober 2025 melalui SK Kemenag RI No. 1154/2025. Jaringan relawan dan mitra distribusi Alzis sudah terbentang dari Sumatera hingga pelosok Indonesia Timur.

Tiga prinsip yang selalu kami pegang: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Setiap qurban yang Anda titipkan dikelola dengan standar akuntabilitas yang bisa Anda periksa sendiri.

Berqurban melalui program ini mudah. Klik pilihan paket dibawah artikel ini, pilih nominal, selesaikan pembayaran, dan tim kami mengurus selebihnya, dari pemilihan hewan, penyembelihan, hingga distribusi ke tangan penerima.

Rasulullah Saw menyembelih ekor kedua itu bukan untuk dirinya. Beliau melakukannya karena tahu ada orang yang ingin berqurban tapi belum mampu.

Hari ini, jalan itu ada. Dan Anda bisa menjadi bagian darinya.

Qurban Kambing Pelosok Anda bisa dimulai sekarang.

Form Donasi

Pilih nominal terbaikmu

Form Konfirmasi Donasi

Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.