
Sepotong Daging yang Menguatkan Iman: Merajut Ukhuwah dengan Komunitas Mualaf Pelosok
Pernahkah Anda membayangkan rasanya menjadi seorang yang baru memeluk Islam (Mualaf) di pelosok desa terpencil? Perjalanan untuk menempuhnya tidak mudah. Tidak sedikit dari mereka yang harus menghadapi penolakan dari keluarga lama, dijauhi lingkungan, hingga harus tertatih-tatih belajar agama Islam dalam berbagai keterbatasan. Di momen-momen seperti itu, godaan terbesar mereka bukan sekadar urusan perut, melainkan juga tentang akidah. Bagaimana untuk terus berada di jalan Islam ini dalam kondisi dan ujian yang tak mudah.
Kami di Laznas Alzis Alwashliyah sering kali menjadi saksi betapa rindunya saudara-saudara Mualaf kita akan kehadiran kita. Belum lama ini, pada pertengahan bulan Ramadhan (10 Maret 2026), tim relawan kami turun menyapa 50 saudara Mualaf di Shelter Puri Mualaf Center Indonesia Peduli, Regional Medan.
Hanya dengan duduk bersama, membuka kajian tafsir Al-Qur’an, dan membagikan paket berbuka puasa, antusiasme dan kebahagiaan di wajah mereka begitu terpancar. Aditya Vidyantara, Ketua Mualaf Center di sana, menyampaikan pesan haru yang mewakili perasaan mereka: “Dukungan yang diberikan telah meringankan kebutuhan… Kami mendoakan kepada seluruh keluarga besar Alzis Al Washliyah dan para donatur semoga Allah membalas dengan sebaik-baiknya balasan.”.
Jika sebungkus hidangan berbuka saja bisa mengukir senyum dan menguatkan batin mereka, bayangkan seberapa besar dampak kebahagiaan yang bisa dihadirkan lewat hantaran daging qurban Anda di Hari Raya Idul Adha nanti?
Bagi kita di perkotaan, menyantap olahan daging mungkin adalah hal yang biasa. Namun bagi saudara Mualaf di ujung desa, menerima bingkisan daging qurban dari orang kota yang bahkan tidak mereka kenal adalah keajaiban. Sepotong daging itu berubah wujud menjadi syiar dakwah paling nyata. Pesan yang sampai ke hati mereka sangat jelas: “Kalian adalah bagian dari keluarga besar umat Islam, dan kalian tidak akan pernah dibiarkan berjalan sendirian.”
Itulah sebabnya, melalui program kemanusiaan Qurban Desa 2026: Sampai ke Ujung Asa, kami mendedikasikan alokasi khusus sebesar 15% dari total target penerima manfaat murni untuk komunitas Mualaf di daerah terpencil.
Tahun ini, mari kita ubah cara kita memandang ibadah qurban. Jangan biarkan ia hanya menjadi rutinitas tahunan yang menumpuk daging di kulkas kota. Jadikan qurban Anda sebagai wujud berbagi kebaikan yang menghangatkan ukhuwah dan menguatkan akar tauhid saudara-saudara baru kita di pelosok Nusantara.





